Pecahan Kaca di Antara Dua Ludwig

1114 Words

​Ketukan keras yang menghantam pintu apartemen pribadi Hayes di tengah malam yang buta itu tidak terdengar seperti sebuah permintaan izin, melainkan sebuah deklarasi perang. Luna, yang baru saja mulai merasakan sedikit ketenangan dalam pelukan Hayes setelah malam penyembuhan yang panjang, tersentak bangun dengan napas tertahan. Di ambang pintu, beridiri Axel Ludwig, sahabatnya sejak semester pertama di kampus, pria yang selama ini menjadi tempatnya bercerita tentang kerasnya hidup di bawah bayang-bayang Miles. Namun, Axel yang berdiri di sana bukan lagi Axel yang lembut dan tenang; matanya berkilat penuh kebencian yang murni, wajahnya memerah karena amarah yang meluap, dan tangannya mengepal erat hingga buku-bukunya memutih. Di hadapannya, Hayes berdiri tegak dengan keangkuhan seorang raja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD