Suara hujan yang mulai memukul kaca jendela apartemen menciptakan simfoni statis yang seolah mengisolasi Hayes dan Luna dari seluruh kekacauan dunia luar. Di dalam ruang kerja pribadi Hayes yang bernuansa maskulin dengan aroma kayu cedar dan kulit premium, udara terasa sangat padat dan bermuatan listrik. Setelah Hayes mendeklarasikan sumpah perlindungannya yang mutlak, Luna tidak merasakan ketenangan yang pasif. Sebaliknya, ada gelombang emosi yang jauh lebih liar dan mendesak yang mendidih di dalam dadanya. Tekanan mental setelah menghadapi Axel, permohonan Mama Bella yang menyayat hati, dan teror tak kasat mata dari Miles telah mendorong Luna ke sebuah titik di mana kata-kata tidak lagi cukup. Ia butuh merasakan sesuatu yang begitu intens hingga mampu menenggelamkan semua suara di kepal

