Badai di Balik Layar Kaca.

1555 Words

Pagi itu, Jakarta tidak disambut dengan kehangatan mentari, melainkan dengan kilatan berita utama yang memenuhi setiap gawai dan layar televisi di seluruh penjuru kota. Di dalam ruang kerja Clifford yang terletak di gedung pencakar langit yang dingin, sang manipulator itu duduk dengan senyum kemenangan yang tersirat tipis di bibirnya. Di hadapannya, puluhan layar monitor menampilkan satu narasi yang sama: skandal besar sang CEO Ludwig Group dengan seorang mahasiswi muda yang selama ini disembunyikan dalam kemewahan kontrak. Clifford telah menunggu momen ini selama bertahun-tahun, mengumpulkan setiap serpihan informasi, setiap foto buram, dan setiap testimoni dari staf yang sakit hati untuk diramu menjadi bom waktu yang siap melenyapkan kekaisaran Hayes Ludwig. Clifford menyesap kopinya pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD