(++) Sekali Ini Saja Dalam Pelukan Badai.

1466 Words

Malam ini, Mansion Ludwig terasa seperti sebuah pulau yang terisolasi di tengah samudra amarah. Di luar gerbang tinggi yang dijaga ketat oleh barisan pria berpakaian hitam, lampu-lampu kamera wartawan masih berkilat sesekali, seperti mata predator yang menunggu mangsanya lengah. Di dalam, keheningan justru terasa lebih memekakkan telinga. Hayes berdiri di balkon kamarnya, menatap kegelapan taman yang hanya diterangi lampu-lampu temaram. Di tangannya, sebuah gelas wiski yang sudah kosong digenggam begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Pikirannya adalah sebuah medan perang; antara rencana serangan balik terhadap Clifford, kekacauan saham perusahaan, dan rasa bersalah yang menghimpit dadanya setiap kali ia teringat wajah hancur Luna pagi tadi. Pintu balkon bergeser perlahan, mengelua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD