Aliansi Dua Serigala.

1409 Words

​Ruang rapat utama di lantai empat puluh gedung pusat industri Jakarta itu terasa seperti sebuah arena gladiator modern yang dilapisi oleh kaca-kaca tinggi dan meja marmer yang dingin. Di luar, langit tampak mendung, seolah-olah alam pun sedang menahan napas menyaksikan pergeseran kekuasaan yang sedang direncanakan secara licik. Di dalam, suasana jauh lebih mencekam; aroma kopi mahal bercampur dengan ketegangan yang begitu pekat hingga terasa menusuk kulit. Clifford Vance duduk dengan sikap santai yang dihitung secara presisi di salah satu kursi kulit, jemarinya mengetuk pelan permukaan meja kayu jati yang mengkilap. Di sampingnya, Miles Sterling duduk dengan rahang yang mengeras dan mata yang memancarkan kebencian murni. Dua pria yang biasanya saling menjegal di bursa saham ini kini duduk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD