Pegangan di Tengah Badai.

1061 Words

​Lampu lampu kilat kamera wartawan meledak bagaikan rentetan serangan artileri yang membutakan saat pintu lobi utama gedung Ludwig Group terbuka. Udara Jakarta yang lembap dan pengap seketika dipenuhi oleh teriakan pertanyaan yang saling tumpang tindih, menciptakan kebisingan yang memekakkan telinga. Hayes Ludwig melangkah keluar dengan kepala tegak, namun pemandangan di depannya jauh lebih buruk daripada yang ia bayangkan. Ratusan jurnalis dari berbagai media nasional dan internasional telah mengepung pintu keluar, membentuk barisan yang hampir tidak bisa ditembus oleh tim keamanan pribadinya. Di belakang barisan wartawan, terlihat kerumunan massa yang membawa spanduk-spanduk berisi hujatan tentang moralitas dan etika bisnis, sebuah hasil nyata dari kampanye hitam yang dijalankan dengan a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD