Racun di Balik Lensa Kamera.

1012 Words

​Pagi di Jakarta biasanya dimulai dengan deru mesin dan aroma kopi yang memenuhi trotoar, tetapi hari ini, udara terasa berbeda—seolah-olah ada muatan listrik yang siap menyambar siapa saja yang menyalakan gawai mereka. Di lantai atas sebuah gedung yang tidak mencolok di kawasan bisnis, Clifford Vance duduk dengan tenang, memperhatikan jemari staf ahlinya yang bergerak lincah di atas papan ketik. Ia tidak butuh senjata api untuk menghancurkan Hayes Ludwig; ia hanya butuh sebuah narasi yang tepat, sedikit bumbu sensasi, dan algoritma media sosial yang haus akan skandal. Dengan satu anggukan dingin dari Clifford, tombol 'unggah' ditekan, dan dalam hitungan detik, sebuah bom informasi meledak ke ruang publik, merayap melalui portal berita hiburan hingga akun-akun gosip dengan jutaan pengikut.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD