Tengah malam di Jakarta terasa lebih dingin dari biasanya, setidaknya bagi Luna yang kini berdiri di depan pintu samping kediaman mewah Hayes Ludwig. Setelah hari-hari yang melelahkan akibat gempuran gosip yang menghancurkan reputasinya dan menyaksikan keruntuhan mental Axel yang mengerikan, Luna merasa seolah-olah dunia luar telah menjadi medan perang yang tidak bisa lagi ia hadapi sendirian. Rasa bersalah yang sempat mencekiknya kini berubah menjadi kerinduan yang sangat akut—sebuah kebutuhan primitif untuk kembali ke dalam dekapan satu-satunya pria yang, ironisnya, merupakan sumber dari segala kekacauannya. Dengan hoodie hitam besar yang menutupi wajahnya dan langkah yang gemetar, ia menyelinap masuk menggunakan akses kode yang hanya diberikan Hayes kepadanya, menghindari pengawasan pe

