Guntur menggelegar di langit Jakarta, membelah keheningan malam yang pekat dan mengirimkan getaran hebat hingga ke fondasi kediaman mewah Hayes Ludwig. Di luar, hujan badai mengamuk dengan beringas, menyapu dedaunan dan menyembunyikan dunia di balik tirai air yang tak tertembus. Namun, di dalam kamar utama yang temaram, suasana terasa jauh lebih menekan dan bermuatan listrik. Luna Sterling berdiri di depan jendela besar, menatap kilatan petir yang menerangi wajahnya yang pucat. Stres akibat gosip yang disebarkan Clifford dan pengkhianatan terselubung Miles telah menghancurkan fokusnya pada skripsi dan masa depannya. Ia merasa seperti sedang tenggelam, dan satu-satunya oksigen yang tersisa baginya adalah pria yang kini berdiri di ambang pintu, menatapnya dengan intensitas yang mampu membak

