Bayang-Bayang di Ambang Pintu.

1037 Words

​Sisa-sisa badai masih menyisakan rintik halus yang memukul kaca jendela, menciptakan suasana melankolis di dalam kamar utama yang beberapa saat lalu menjadi saksi bisu penyatuan intens antara Hayes dan Luna. Udara masih terasa hangat, kental dengan aroma gairah dan peluh yang bercampur, namun kedamaian itu pecah seketika oleh sebuah bunyi yang tidak seharusnya terdengar di jam seperti ini: denting halus sensor gerak di area lorong pribadi yang terhubung langsung dengan lift rahasia. Hayes, yang insting pelindungnya selalu berada di titik siaga tertinggi, seketika menegakkan tubuhnya. Matanya yang tajam menatap ke arah pintu kayu jati yang tertutup rapat, sementara tangannya secara refleks menarik selimut untuk menutupi tubuh Luna yang masih terengah-engah dalam sisa dekapannya. ​Jantung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD