Malam itu, dunia di luar sana terasa seperti serigala yang siap mencabik-cabik sisa-sisa kewarasan mereka, namun di dalam kamar utama apartemen Hayes, waktu seolah berhenti berputar. Luna Sterling terduduk di tepi ranjang yang luas, bahunya yang kecil berguncang hebat karena tangis yang tak kunjung usai. Setelah hari-hari yang melelahkan di bawah tekanan publik, pengkhianatan Axel, dan ancaman tanpa henti dari Papa Miles, Luna merasa seluruh tenaganya telah habis. Ia merasa kotor, merasa menjadi beban bagi pria yang ia cintai, dan yang paling menyakitkan, ia merasa kehilangan dirinya sendiri di tengah pusaran skandal ini. Hayes Ludwig melangkah mendekat dengan langkah yang sangat pelan, membuang jauh-jauh topeng singa korporasinya yang biasanya kaku dan dingin. Ia berlutut di lantai, tepa

