Cengkraman Sang Arsitek Kekacauan.

1120 Words

​Pagi menyapa Jakarta dengan kabut tipis yang menyelimuti puncak-puncak gedung pencakar langit, namun di dalam ruang kerja pribadi Miles Sterling, suasana terasa jauh lebih menyesakkan daripada udara di luar. Miles duduk di balik meja mahoninya yang berat, menatap kosong ke arah layar televisi yang masih menampilkan sisa-sisa rekaman konferensi pers Bella tempo hari. Keheningan ruangan itu pecah saat pintu besar diketuk dengan nada yang tidak sabar, dan tanpa menunggu izin, Clifford Vance melangkah masuk dengan aura yang mampu menurunkan suhu ruangan seketika. Clifford tidak datang untuk berbasa-basi; ia membawa dokumen tebal dan sebuah tablet yang menampilkan grafik pergerakan sentimen publik yang mulai melambat. Wajahnya yang kaku dan mata elangnya menunjukkan bahwa ia tidak puas dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD