Fajar menyingsing di atas cakrawala Jakarta dengan warna abu-abu yang suram, seolah-olah awan pun enggan menyaksikan badai yang akan segera pecah di dalam Menara Ludwig. Hayes Ludwig duduk di balik meja kerjanya yang luas, namun kali ini tidak ada ketenangan otoriter yang biasanya terpancar dari sosoknya. Matanya merah, bukan hanya karena kurang tidur setelah malam yang penuh gairah dan air mata bersama Luna, melainkan karena amarah yang mendidih di bawah permukaan kulitnya. Di depannya, layar monitor menampilkan laporan forensik digital yang baru saja selesai disusun oleh tim siber elitnya. Bukti itu tidak bisa dibantah: jejak digital akses ilegal, alamat IP yang terlacak, hingga protokol biometrik yang digunakan untuk membobol pusat data perusahaan semuanya mengarah pada satu nama tungg

