71. Aku Cuma Mau Kamu!

1399 Words

Sore itu, langit di luar jendela apartemen Aruby berwarna jingga kemerahan, menciptakan siluet yang indah sekaligus melankolis. Kairav duduk di sofa, menatap Aruby yang baru saja selesai menyeduh teh untuknya. Tidak ada yang aneh dari suasana itu, namun bagi Kairav, setiap detik terasa seperti hitungan mundur menuju kehancuran. ​Kairav meletakkan cangkir tehnya tanpa meminumnya sedikit pun. Ia menoleh, menatap Aruby yang duduk di sampingnya dengan binar mata yang selalu penuh kasih. ​“By,” panggil Kairav pelan. Suaranya sangat tenang, namun ada getaran dingin yang menyusup di sana. ​“Ya, Mas?” Aruby menyahut sembari merapikan letak bantal di pangkuannya. ​“Kita sampai di sini saja, ya? Aku mau kita berhenti sampai di sini,” ucap Kairav lugas. Tanpa basa-basi, tanpa jeda yang memberi ru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD