70. Memilih Kehilangan

1330 Words

Kamar apartemen Aruby malam itu terasa jauh lebih sunyi dari biasanya, meskipun ada Sandira yang duduk bersila di atas karpet sembari fokus dengan laptopnya. Aruby sendiri duduk di pinggiran ranjang, memegang ponselnya yang layarnya masih gelap. Sudah tiga jam sejak pesan terakhirnya dikirim ke Kairav, dan jangankan dibalas, dibaca pun belum. ​“By, itu draf presentasi bagian lo udah gue edit, coba cek dulu deh,” suara Sandira memecah keheningan. ​Aruby tersentak, lalu mengangguk kaku. “Oh, ok. Bentar gue cek, Dir.” ​Sandira menghentikan aktivitas mengetiknya. Ia menatap sahabatnya itu dengan dahi berkerut. Sebagai orang yang paling dekat dengan Aruby, Sandira tahu persis kalau pikiran Aruby sedang tidak ada di ruangan ini sekarang. Entah ngekost di mana. ​“Lo kenapa, sih? Dari tadi gel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD