18. Benang yang Semakin Rumit

2057 Words

“b******n! Lo mau apain Aruby?!” Sosok itu dengan sigap menarik kerah kemeja Eduardo, membuatnya spontan enyah dari tubuh Aruby. Sosok itu menarik Eduardo dengan kekuatan yang tak pernah Aruby bayangkan sebelumnya. Eduardo terlempar ke belakang, menabrak meja kecil hingga barang-barang di atasnya jatuh berserakan. Nafas Aruby tercekat. Ia masih terikat. Masih gemetar. Eduardo terperanjat, tapi sebelum ia sempat kembali berdiri tegak— BRUGH! Tinju Kairav meluncur deras, menghantam rahang Eduardo hingga suara benturannya menggema di kamar yang sempit itu. Eduardo terdorong, hampir jatuh kembali. “Sialan lo, Kairav! Ini urusan gue sama cewek gue!” Eduardo memaki sambil menyeka darah di bibirnya. Tatapan Kairav hitam. Lebih gelap dari amarah apa pun yang pernah Aruby lihat darinya. Seo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD