Bab 169

2619 Words

Sarah tersenyum lembut, menatap Raisa yang duduk bersandar di bantal ranjang rumah sakit, matanya memancarkan rasa letih namun tetap hangat. Dengan hati-hati, Sarah mengambil pisau kecil dari laci samping dan mulai mengupas apel yang dibawa oleh staff rumah sakit. Aroma manis dari apel yang dikupas perlahan-lahan memenuhi ruangan, sementara Alvano yang sedang bermain di karpet kecil di dekat ranjang, sesekali menoleh ingin ikut melihat. “Ma… lihat, ini apel favorit Mama,” kata Sarah sambil menaruh potongan-potongan apel di piring kecil. Raisa tersenyum tipis, matanya menyipit karena rasa senang sederhana yang hadir begitu saja. “Terima kasih, Nak… kau selalu perhatian,” ucapnya pelan, suaranya lembut namun penuh rasa sayang. Alvano, yang melihat ibunya sibuk mengupas apel, tersenyum dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD