Sarah duduk di sofa ruang keluarga dengan segelas teh hangat di tangannya, sementara Kavindra sedang membaca koran pagi. Di ujung ruangan, di depan televisi besar, terlihat Alvano yang biasanya lebih sering mengutak-atik motor atau sibuk dengan teman-temannya, kini malah duduk serius menatap layar ponsel dengan ekspresi yang jarang sekali mereka lihat: fokus dan antusias. Suara dari video yang ia tonton terdengar jelas. “Campurkan mentega, gula pasir, dan gula palem, aduk hingga lembut…” Sarah sempat memiringkan kepala, mencoba memahami apa yang sedang dilakukan anaknya itu. Lama-lama rasa penasarannya semakin besar. Ia menurunkan cangkir teh ke meja, menatap ke arah Kavindra yang juga sudah melirik ke arah putra mereka dengan ekspresi bingung yang sama. “Papa, lihat deh,” bisik Sarah

