Kavindra yang sedang duduk di ruang tamu menatap putranya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Alvano berdiri di depan cermin besar di dekat tangga, menyesuaikan kerah kemejanya yang berwarna biru tua dengan kancing terbuka satu di bagian atas, rambutnya disisir rapi ke belakang, aroma parfum elegan memenuhi ruangan. Wajahnya menampilkan campuran gugup dan percaya diri, sesuatu yang jarang terlihat dari anak laki-laki yang dulu hanya tahu dunia balapan, taruhan, dan gengsi remaja. “Wah, anak Papa sekarang udah mirip banget model majalah,” ucap Kavindra dengan nada menggoda sambil melipat koran di tangannya. Alvano menoleh dengan senyum lebar, tapi senyum itu penuh arti. “Aku mau malam minggu sama Clara, Papa,” katanya, suaranya agak berat tapi terdengar jujur. Kavindra hanya terdiam sej

