Bab 195

1069 Words

Malam itu terasa berbeda bagi Alvano. Ia sudah menunggu momen ini cukup lama—hari di mana Clara akhirnya tidak menolak ajakannya. Sejak sore dia sudah sibuk membersihkan motor sport-nya, memastikan semuanya terlihat sempurna. Bahkan dia menyemprotkan sedikit parfum di jaket kulitnya, sesuatu yang tidak pernah dia lakukan untuk siapa pun. Sejak mengenal Clara, gadis itu memang punya cara tersendiri membuat pikirannya tidak tenang. Selalu menolak ajakan hangout, selalu menjawab singkat, tapi entah kenapa tetap membuatnya ingin mencoba lagi dan lagi. Dan kini, untuk pertama kalinya, Clara menjawab tanpa menolak. Alvano menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Ia menunggu di depan rumah Clara sambil memainkan kunci motor di jarinya. Lampu halaman rumah Clara menyala re

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD