Alvano berdiri di depan rumah Clara sambil membawa tas ranselnya. Pagi itu matahari belum terlalu terik, tetapi wajahnya sudah berseri-seri sejak semalam. Begitu Clara keluar dengan koper kecil warna mint, Alvano langsung tersenyum lebar. “Hai, Cantik,” ucap Alvano sambil mengambil koper Clara. “Ayo, kita harus buru-buru biar nggak telat boarding.” Clara tertawa kecil sambil mengikat rambutnya. “Aku sebenarnya masih nggak percaya boleh pergi. Mama sempat ragu banget loh.” “Aku sudah jamin sama Papa Mama kamu. Aku bilang aku janji nggak bakal macam-macam,” balas Alvano sambil mengangkat koper Clara ke bagasi mobil. “Lagipula Mama Sarah juga ingetin aku berkali-kali. Jadi aman.” Clara menaikkan alisnya. “Mama Sarah bilang apa?” Alvano menirukan suara Sarah dengan kocak. “Van, Clara itu

