Bab 221

2785 Words

Alvano dan Clara berjalan pelan di tepi pantai, membiarkan pasir lembut menyentuh telapak kaki mereka. Malam itu begitu cerah; bulan menggantung penuh di langit, memantulkan cahaya ke permukaan laut yang tenang. Angin malam membawa aroma asin yang menenangkan, membuat suasana terasa seperti milik mereka berdua saja. Clara tertawa kecil sambil mencipratkan air ke arah Alvano. “Kalau kamu terus-terusan melamun begitu, kamu bakal ketinggalan ombak,” ujarnya sambil pura-pura serius. Alvano mengibaskan air dari wajahnya. “Aku melamun karena kamu. Kamu kan yang bilang mau kasih kejutan malam ini. Sejak tadi aku mikir keras, apa kejutannya? Jangan bilang kamu mau lempar aku ke laut.” Clara mendengus sambil mengangkat bahu. “Kalau aku lempar kamu ke laut, yang ada ikannya pada kabur.” “Jadi a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD