Siang itu, Sarah dan Kavindra membawa Alvano ke dokter anak. Alvano duduk di kursi mobil, masih sedikit lelah dari demamnya, sementara Mama dan Papa-nya menatapnya penuh perhatian. Sesampainya di klinik, dokter menyambut mereka dengan senyum ramah. “Halo, Alvano… halo Mama dan Papa. Mari kita periksa sebentar, ya,” kata dokter sambil mengajak Alvano duduk di kursi periksa. Kavindra menggendong Alvano, menenangkan putranya yang sedikit rewel karena suasana klinik yang asing. “Tenang, Nak… Papa dan Mama ada di sini,” ucapnya lembut. Sarah menatap Alvano, mengelus tangannya. “Nak, sebentar saja… nanti kita pulang dan Mama akan siapkan makan siangmu,” kata Sarah sambil tersenyum lembut. Dokter mulai memeriksa Alvano dengan teliti. Ia menepuk-nepuk d**a dan perut Alvano, memeriksa suhu tubu

