Alvano turun dari motornya sambil melepas helm, dan senyumnya langsung melebar begitu melihat Clara berlari keluar dari rumah dengan langkah kecil yang penuh semangat. Clara bahkan belum sempat memakai sandal dengan benar, membuat jemari kakinya terseret-seret sedikit saat menghampirinya. Begitu jarak mereka tinggal satu langkah, Clara langsung memeluk Alvano erat-erat, membuat pemuda itu terkekeh pelan. “Aku cuma tiga hari nggak ke sini, tapi sambutannya kayak aku habis pulang perang,” ucap Alvano sambil membalas pelukannya. Clara mendongak, wajahnya merengut manja. “Tiga hari lama banget. Kamu janji mau ajarin aku rumus matematika yang kemarin juga.” Alvano mengusap puncak kepala Clara. “Aku sibuk di perusahaan Papa.” Clara melepaskan pelukan, tapi tangannya masih menahan lengan Alva

