Bab 204

1867 Words

Pagi di rumah keluarga Kavindra selalu dimulai dengan cahaya lembut yang masuk dari jendela-jendela besar ruang makan. Namun hari itu, suasananya sedikit berbeda. Alvano sudah duduk rapi di meja makan bahkan sebelum Sarah selesai menyiapkan sarapan. Biasanya, remaja itu bangun sedikit lebih siang kalau bukan hari sekolah, tetapi kali ini ia sudah mandi, rambutnya rapi, wajahnya segar, dan ada semacam semangat berlebihan terpancar dari matanya. Kavindra turun dari lantai dua dengan menguap kecil. Ia melihat putranya duduk tegap di meja makan sambil memegang buku catatan kecil, sesuatu yang sangat jarang ia lihat. “Kamu bangun cepat sekali,” kata Kavindra sambil menarik kursi. Alvano menutup bukunya sambil tersenyum. “Aku mau ngomong sesuatu, Pa.” Kavindra memperhatikan ekspresi serius y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD