Bab 168

2241 Words

Ruang perawatan VVIP itu terasa hangat dengan sinar matahari yang menembus tirai putih besar. Sarah masuk membawa nampan makanan dengan langkah perlahan tapi penuh perhatian, menatap Ardi dan Raisa yang sedang duduk di kursi panjang di samping ranjang masing-masing. Aroma masakan yang baru saja dimasak menguar lembut, membuat ruangan terasa lebih hidup. “Pa, Ma, aku bawa makanan yang aku masak sendiri,” kata Sarah sambil tersenyum hangat, meletakkan nampan di meja samping ranjang mereka. “Ini makanan sehat, biar kalian cepat pulih.” Raisa menatap Sarah dengan mata yang masih berkaca-kaca. “Ah, Sarah… kamu nggak usah repot-repot gitu. Kita kan sudah dapat makanan dari rumah sakit,” ucapnya pelan, suaranya penuh rasa khawatir karena tidak ingin membebani menantunya. “Tapi aku ingin masak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD