Alvano berdiri di depan cermin pagi itu dengan seragam rapi dan rambut yang disisir klimis. Matanya berbinar—hari ini adalah hari pengumuman hasil ujian semester pertama. Di rumah, sejak seminggu terakhir, Sarah dan Kavindra sama-sama memperhatikan bagaimana putra mereka belajar hingga larut malam. Bahkan, ada beberapa malam di mana Sarah mendapati Alvano tertidur di meja belajar dengan buku masih terbuka dan pensil masih di tangannya. “Papa yakin hari ini kamu yang dapet ranking satu,” kata Kavindra sambil menepuk bahu putranya di meja makan. Alvano hanya tersenyum malu. “Nggak tahu deh, Pa. Clara juga pinter banget.” Sarah tersenyum hangat, menyuapi sedikit roti panggang ke mulut anaknya. “Yang penting kamu udah berusaha. Kalau pun bukan kamu, Mama tetap bangga.” Namun di hatinya, Sa

