Sore itu, aroma masakan dari dapur rumah besar keluarga itu memenuhi seluruh ruangan. Wangi kecap manis yang karam bersama potongan ayam, bawang putih, dan jahe membuat udara seolah mengundang siapa pun untuk segera duduk di meja makan. Raisa tampak begitu bersemangat di dapur, mengenakan celemek bunga-bunga yang sudah sering dipakainya sejak dulu. “Ma, bantuin nggak?” tanya Sarah yang baru saja masuk sambil tersenyum melihat mertuanya sibuk mengaduk wajan besar di atas kompor. Raisa menoleh sambil tersenyum. “Boleh, Sayang. Tapi kamu cuma potongin timunnya aja, ya. Ayamnya biar Mama yang urus. Ini ayam kecap spesial buat cucu kesayangan Mama.” Sarah terkekeh. “Wah, pasti Alvano senang banget. Dari pagi dia udah tanya-tanya, katanya Nenek mau masak apa hari ini.” Raisa tertawa kecil, a

