Bab 184

2408 Words

Clara berdiri di depan pintu rumah keluarga Kavindra dengan wajah cemas. Dia membawa termos kecil berisi sup ayam buatan Mama-nya sendiri. Sejak mendengar kabar bahwa Alvano tidak masuk sekolah selama dua hari karena demam tinggi, hatinya terus merasa tidak tenang. Ia menatap pagar hitam tinggi itu, menarik napas panjang, lalu menekan bel. Tak lama, suara langkah terdengar mendekat, dan muncullah sosok yang membuatnya langsung gugup — Sarah, Mama Alvano, dengan senyum hangat dan lembut seperti biasanya. “Clara sayang! Wah, sudah lama sekali kamu tidak ke sini,” ucap Sarah dengan nada gembira, matanya menyipit lembut karena senyum. Clara menunduk sopan, menggenggam erat termos yang ia bawa. “Selamat siang, Tante. Maaf mengganggu, saya dengar Alvano sakit... jadi saya bawa sedikit sup ayam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD