Bab 183

3149 Words

Minggu pagi itu udara terasa segar, matahari baru muncul dari balik pepohonan di perumahan mereka. Clara mengenakan hoodie biru muda dan celana olahraga putih, sementara rambutnya diikat kuda dengan pita kecil yang membuat wajahnya tampak manis sekali. Sedangkan Alvano—dengan percaya dirinya—datang memakai jaket abu dan sepatu lari baru yang dibelikan ayahnya. Ia berusaha tampil gagah, padahal rambutnya belum sepenuhnya kering karena mandi terburu-buru. “Clara!” serunya sambil melambaikan tangan dari kejauhan. Suaranya keras sekali sampai beberapa orang menoleh, membuat Clara menahan tawa karena malu. “Kamu nggak bisa panggil pelan-pelan gitu, Van? Semua orang ngelihat,” ujar Clara sambil menepuk lengannya pelan. “Biar semua tahu, aku lagi lari bareng gadis tercantik di kompleks ini,” j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD