Bab 181

2954 Words

Malam itu udara terasa begitu tenang, hanya suara jangkrik yang bersahutan di luar jendela kamar mereka. Lampu kamar tidak terlalu terang, hanya cahaya lembut dari lampu tidur di sudut ruangan yang memantulkan warna hangat ke seluruh dinding. Sarah bersandar di d**a Kavindra, mendengar detak jantung suaminya yang stabil dan tenang. Aroma sabun yang selalu digunakan Kavindra tercium lembut di udara, membuat Sarah memejamkan mata dan tersenyum kecil. “Vin,” bisik Sarah lirih sambil memainkan ujung kemeja tidur Kavindra. “Hm?” jawabnya pelan, tangannya membelai rambut istrinya yang jatuh ke bahu. “Aku tiba-tiba kepikiran hal bodoh,” ucap Sarah sambil tertawa kecil, meski suaranya terdengar getir. Kavindra menunduk sedikit, menatap wajah Sarah yang kini terangkat menatapnya. “Apa lagi, hm?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD