Bab 182

3098 Words

Pagi itu suasana sekolah tampak lebih cerah dari biasanya. Sinar matahari menembus dedaunan yang bergoyang di halaman, menimbulkan kilau hangat di aspal yang baru disiram air oleh petugas kebersihan. Alvano datang lebih awal dari jam masuk, seperti biasanya, hanya saja pagi ini langkahnya terasa berbeda. Ada semacam degupan kecil di dadanya yang tak bisa ia jelaskan, semacam rasa gugup yang manis dan menyenangkan sekaligus membuat perutnya terasa aneh. Ia menyembunyikan sesuatu di dalam tas sekolahnya—bungkusan kecil berwarna lembut, diikat pita putih yang rapi. Di dalamnya ada bando kelinci pink dan alat tulis yang dibelikan Kavindra. Semalaman Alvano tidak bisa tidur memikirkan bagaimana cara memberikannya. Berkali-kali ia berlatih di depan cermin, membayangkan reaksi Clara. Kadang ia s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD