Bab 218

2968 Words

Alvano baru saja pulang dari rumah Clara ketika masalah baru kembali muncul tanpa ia sadari. Di tempat lain, Nadine semakin kehilangan akal sehatnya. Gadis itu tidak hanya marah karena Alvano menolak mengakui kehamilan palsunya, tetapi juga merasa Clara adalah penghalang utama yang harus disingkirkan. Nadine duduk di kamar apartemennya, rambut berantakan, napas tersengal seperti orang yang kehilangan logika. Dia menatap layar ponselnya dengan mata merah. Di dalamnya tertulis kontak para preman yang ia temui melalui kenalan gelapnya. Nadine menggigit bibir, sikapnya begitu tak waras seolah sudah tidak lagi mampu membedakan benar dan salah. Di luar, suara klakson motor terdengar. Tiga lelaki bertubuh besar turun dari motor mereka, berjalan menaiki tangga menuju kamar Nadine. Salah satu yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD