Sarah baru saja turun dari mobil setelah berbelanja di minimarket depan. Dia masih mengenakan dress putih lusuh berwarna putih, rambutnya dibiarkan terurai lembut. Namun langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis yang seumuran Alvano berdiri di depan rumahnya. Nadine. Sarah menatap Nadine dengan bingung karena gadis itu bukannya memberi salam atau menyapa dengan sopan. Justru Nadine menyilangkan tangan, bibirnya membentuk lengkungan sinis seolah-olah ia datang membawa kabar paling hebat di dunia. Sarah mengerutkan kening. “Kamu siapa? Ada perlu apa datang ke rumah saya?” tanyanya halus, masih bingung karena belum mengenali wajah itu. Nadine tersenyum puas. “Saya Nadine, mantan pacar Alvano.” Sarah sedikit mengangkat alis, tetapi tetap sopan. “Oh begitu. Ada apa ya? Kalau mau bicar

