Bab 209

1912 Words

Mobil Kavindra berhenti di depan rumah besar keluarga itu. Matahari sudah mulai turun, dan suasana halaman terasa hangat. Begitu pintu utama dibuka, aroma masakan Sarah langsung menyambut mereka. Sarah muncul dari dapur sambil mengelap tangan dengan celemek bermotif bunga. Dia tersenyum cerah melihat suami dan putranya pulang bersama. “Kalian lama banget di luar,” ucap Sarah sambil menghampiri. “Belanja apa saja sampai sore begini?” Kavindra langsung mengangkat kantong belanja kecil hitam elegan. “Ini hadiah buat Mama.” Sarah memicingkan mata curiga. “Hadiah lagi? Kamu ada maunya apa?” “Enggak ada,” jawab Kavindra cepat. “Hadiah karena sayang.” Sarah tertawa kecil. “Hmm… Papa kamu itu kalau manis-manis biasanya ada apa-apa.” Di sampingnya, Alvano berdiri menjaga sebuah kotak kecil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD