Bab 177

2291 Words

Pagi itu udara di halaman sekolah masih sejuk, embun belum sepenuhnya menguap dari rerumputan. Clara berjalan pelan melewati koridor menuju kelasnya, seragamnya rapi, rambutnya dikuncir setengah, dan di tangannya ia membawa dua kotak bekal berwarna pastel. Satu untuk dirinya, dan satu lagi ia siapkan khusus untuk Alvano. Sejak beberapa minggu terakhir, Clara sering memperhatikan bahwa Alvano jarang makan pagi. Kadang ia hanya membeli roti kecil di kantin atau malah tidak makan sama sekali. Maka pagi tadi, saat ibunya membuatkan bekal ayam teriyaki, Clara meminta agar dibikinkan lebih banyak. Ia berencana memberikan satu kotak untuk Alvano. Namun begitu sampai di depan kelas, langkahnya terhenti. Pemandangan di depan membuat dadanya terasa aneh—Hana, teman sekelas mereka yang duduk di bar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD