Bab 176

2379 Words

Kavindra menyandarkan punggungnya di kursi ruang tamu, menatap anak laki-lakinya yang duduk di teras dengan pandangan kosong, seolah pikirannya melayang jauh ke dunia lain. Alvano, yang biasanya cerewet dan penuh semangat, belakangan memang tampak pendiam. Pandangannya sering kosong, jemarinya memainkan tali gelang di pergelangan tangan seperti sedang menahan sesuatu yang tak bisa diucapkan. Sarah yang tengah menyiapkan teh di meja hanya melirik sekilas, lalu tersenyum kecil melihat ekspresi suaminya yang penuh tanya. “Papa lihat, kan? Dari tadi bengong terus.” Kavindra mencondongkan tubuh, menatap istrinya. “Iya, itu dia. Aku pikir dia lagi stres karena tugas sekolah. Tapi kayaknya bukan itu.” Sarah terkekeh pelan, meletakkan cangkir teh di hadapan suaminya. “Bukan stres, Papa. Anak ki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD