Bab 178

2424 Words

Sore itu, langit tampak cerah dengan semburat oranye lembut di ufuk barat. Jam pelajaran terakhir baru saja selesai, dan halaman sekolah mulai sepi. Anak-anak berhamburan ke arah gerbang, sebagian menunggu jemputan, sebagian lagi berjalan berdua-duaan seperti biasa—termasuk Alvano dan Clara. Clara melangkah di samping Alvano sambil menenteng tas kecilnya, rambutnya yang sebahu diikat setengah ke atas dengan pita biru. Sementara Alvano menenteng dua botol air mineral di tangan. “Van, kamu nggak pulang dulu?” tanya Clara sambil melirik ke arah jalan komplek. “Enggak, aku mau ngajak kamu ke mall. Ada yang mau aku beli buat kamu,” jawab Alvano dengan nada santai tapi matanya sedikit gugup. Clara menatapnya heran. “Buat aku? Emang aku ulang tahun?” Alvano menggeleng cepat. “Bukan. Tapi aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD