Pagi itu Labuan Bajo diselimuti cahaya keemasan yang lembut, udara hangat dengan angin laut perlahan meniup tirai kamar vila mereka. Clara duduk di tepi ranjang sambil memeluk bantal, wajahnya murung seperti anak kecil yang dipaksa pulang dari taman bermain. “Van… aku nggak mau balik,” gumam Clara dengan suara serak karena baru bangun. Alvano yang sedang merapikan koper menoleh sambil tersenyum geli. “La, kita udah dua minggu loh di sini. Dua minggu penuh. Kamu mau tinggal selamanya apa gimana?” “Ya kalau boleh, mau.” Clara mendengus, memeluk lutut. “Aku nyaman banget di sini.” “Aku juga nyaman… tapi Jakarta nunggu kita.” “Jakarta tuh nggak ada laut biru, nggak ada sunset cakep, nggak ada pulau-pulau kecil yang lucu…” “Tapi ada aku.” Clara spontan melempar bantal ke arah Alvano. “J

