Bab 223

2999 Words

Setelah momen di pantai tadi, suasana hati Clara benar-benar melayang. Ia bahkan merasa langkahnya lebih ringan saat kembali bersama Alvano menuju vila. Setiap kali angin berhembus, ia merasakan kehangatan dari kenyataan bahwa mereka sudah resmi balikan. Bukan hanya perasaan samar. Bukan lagi keraguan yang ditahan-tahan. Mereka benar-benar kembali bersama. Dan Alvano… sejak detik itu, tingkahnya berubah total. Clara baru saja berjalan beberapa langkah ketika Alvano memegang tangannya, mengangkatnya, dan mencium punggung tangan Clara pelan. Clara terkejut, hampir memekik. “VAN! Apaan sih!” serunya sambil mencoba menarik tangan. Alvano tidak melepas. Ia malah mencium lagi. “Kenapa? Pacarku kan?” “Ya tapi… ya jangan gitu setiap sepuluh detik!” “Siapa bilang sepuluh detik?” Alvano terse

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD