Bab 222

2822 Words

Clara mengusap rambutnya yang masih sedikit basah setelah snorkeling dan makan siang barusan. Pipi gadis itu masih panas ketika mengingat bagaimana Alvano dengan seenaknya menyentuh bibirnya, membersihkan saus kerang sambil menatapnya tanpa kedipan. Dan sekarang, laki-laki itu bersikap seolah kejadian tadi tidak membuat apa-apa berubah. Alvano memandangi deretan kios kayu kecil dengan lampu bohlam kuning yang berderet di atasnya. "Pilih apa pun yang kamu mau. Serius, Clara. Apa pun." Clara mengerutkan kening, menatapnya penuh curiga. "Kenapa tiba-tiba bermurah hati? Kamu habis menang undian kapal pesiar atau apa?" Alvano terkekeh. "Kenapa? Tidak boleh aku traktir teman jalan-jalanku yang menyebalkan ini?" "Siapa yang menyebalkan?" Clara mendorong lengannya pelan. "Kamu," jawab Alvano

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD