Bab 207

1995 Words

Hujan turun tiba-tiba ketika Alvano dan Clara masih berada di jalan menuju rumah. Suaranya keras seperti batu-batu kecil yang berjatuhan ke atas aspal. Alvano segera memperlambat motornya. “Clara, kamu kedinginan?” teriak Alvano sambil menoleh sedikit. Clara memeluk pinggangnya erat. “Sedikit! Hujannya deras banget!” “Kita berteduh dulu!” ujar Alvano sambil membelokkan motor menuju sebuah warung kecil di pinggir jalan. Motor berhenti di bawah atap seng yang bergetar karena hantaman hujan. Clara turun sambil melindungi wajahnya dengan tangan. Angin dingin menyambar tubuhnya. Baru beberapa detik, tubuhnya mulai menggigil kecil. Tanpa banyak bicara, Alvano langsung melepas jaketnya. “Pakailah ini,” katanya cepat. Clara memandangnya terkejut. “Tapi kamu nanti kedinginan.” “Gak apa-apa.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD