Raisa bangun pagi sekali, jauh lebih awal daripada biasanya. Rumah masih sunyi, bahkan suara burung di halaman belakang belum seramai biasanya. Dia melangkah pelan ke dapur, menyalakan kompor, dan mulai menyiapkan sarapan sederhana. Aroma tumisan bawang menyebar ke seluruh rumah, bercampur dengan wangi teh yang baru diseduh. Sarah yang baru saja selesai mengganti popok Alvano terkejut begitu mencium aroma dari dapur. Dengan langkah cepat, ia berjalan menghampiri dan menemukan Raisa sudah sibuk di meja dapur, memotong sayuran dan menyiapkan piring-piring. "Mama, kenapa Mama bangun sepagi ini?" tanya Sarah pelan, sedikit segan melihat mertua perempuannya begitu repot. Raisa tersenyum tanpa menoleh, tangannya masih cekatan memotong wortel. "Mama hanya ingin membuat sarapan. Kamu pasti lela

