Bab 114. Butuh Proses

1149 Words

Tiba-tiba, Renata menyenggol lengan Arya, memecah lamunan pria itu yang terpaku menatap Kania. Mata Arya beralih, sadar dari buaian perasaan yang mulai tak nyaman. Di samping Kania, Edward memandang tajam, raut wajahnya penuh ketidaksukaan—tatapan pria itu mengirimkan pesan tak terucap bahwa meski keponakannya sendiri, keberadaan pria lain di dekat istrinya adalah sesuatu yang tak bisa diterima. Arya menghela napas, suaranya sedikit gemetar saat mengucapkan, "Terima kasih, Kania, Om Edward, kalian sudah datang dan mendoakan kami." Kania tersenyum tipis, menatap mata Arya dengan santai. "Iya, sama-sama. Semoga pernikahan ini membawa kedewasaan dan kebahagiaan." Renata membalas, "Terima kasih, Kania. Doa yang sama untuk hubungan kamu dan Pak Edward." Tiba-tiba, suara Elisa menyela deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD