Setelah makan malam bersama dan juga mengobrol sebentar dengan orang tuanya, kini Kania dan Edward pun sudah berada di kamar, siap untuk beristirahat. Namun disaat itu, kania tampak melamun, yang membuat suaminya bertanya-tanya dan penasaran apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya tersebut. "Sayang, ada apa? Ada yang mengganggu pikiran kamu?" tanya Edward dengan lembut dan penuh perhatian, seraya mengusap rambut sang istri. Kania menatap sendu. "Iya, Hubby. Aku hanya kepikiran sama ucapan papa tadi. Sebenarnya, aku juga sudah sangat menginginkan punya anak. Tapi … aku juga masih trauma soal kejadian waktu itu. Aku belum bisa melupakannya begitu saja," ucapnya. Edward menarik napas panjang sebelum meraih kepala Kania dengan lembut, menyandarkannya penuh kasih di bahunya. "Sayang, aku me

