Tegang

1457 Words

Mobil melaju pelan meninggalkan restoran itu. Tidak ada yang berbicara. Leonel duduk di kursi belakang, memeluk tas kecilnya. Biasanya dia cerewet. Biasanya dia akan bercerita tentang es krim atau pelayan yang lucu. Tapi hari ini tidak. Hari ini dia diam. Syafira menyetir dengan tangan yang masih terasa dingin. Pesan dari Haris masih terbuka di layar ponselnya yang tergeletak di dashboard. "Mas sudah landing, ya? Nanti langsung pulang." Tidak ada tanda tanya mencurigakan. Tidak ada nada interogasi. Tidak ada kecurigaan. Dan justru itu yang membuat napasnya semakin sesak. Haris tidak pernah menyerangnya dengan suara tinggi. Tidak pernah membentaknya. Tidak pernah mempermalukannya. Tapi setiap kali ia diam, dunia terasa lebih berat. Semenatra di tempat yang berbeda, terlihat Alvin masih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD