Elang dan Dirga berjalan menuju area teras rumah sakit yang cukup sunyi. Udara malam yang dingin langsung menyambut mereka. Tanpa membuang waktu, Dirga mengeluarkan sebungkus rokok dan pemantik, lalu menyalakan satu batang rokok dengan gerakan santai. Elang berdiri dengan tangan masuk ke saku celana, memperhatikan asap rokok yang mengepul di antara mereka. Matanya menatap Dirga dengan pandangan yang sangat tidak suka. "Kebiasaan yang menjengkelkan," ucap Elang dingin. Dirga menarik napas dalam dari rokoknya, lalu mengembuskan asapnya ke arah samping. Dia menatap Elang sinis. "Memangnya kenapa? Apa karena saya dokter, lalu saya tidak boleh merokok?" Elang berdecih pelan, bibirnya menyunggingkan senyum meremehkan. "Lucu saja melihat pakar jantung yang tadi berjuang menyelamatkan

