Candu Tidak Terbendung-3

741 Words

Tasha menyambung, lebih pedas. “Lo bercanda Dita? PEC– tuh bukan buat mainan! Emangnya lo pikir itu bisa dibalikin kayak bungkus permen?!” Dita menarik napas pelan. “Gue nikah kok… sama Mas Bram. Resmi. Di depan altar. Diberkati. Sah.” Suaranya datar, tenang. Saking tenangnya, malah bikin dua sahabatnya makin emosi. “Kapan?! Kenapa gak bilang ke kita?!” Rania terdengar hampir panik. “Pas nganterin si Nadira, tau-tau udah ada pesta aja. Jadi karena kita gak mungkin bilang sandiwara terus kabur dan mempermalukan keluarga, jadilah kita nikah aja. Tapi tenang, nikahnya Cuma sandiwara juga kok. Kita lagi cari aja enaknya nikah.” “Enaknya nikah?!” “Iya, kan harus tetep dinikmati walaupun pura-pura.” “Dan lo masih bilang ini sandiwara? Gila! Gila lo, Ta!” “Lo harus mutusin Kevin sekarang j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD