Mark menutup pintu kamar dengan lembut, memastikan suasana tetap tenang dan privat. Cahaya sore yang masuk melalui tirai menciptakan bayangan hangat di dinding, memberikan nuansa nyaman yang sempurna untuk mereka berdua. Giana sudah berbaring di ranjang, wajahnya sedikit lelah setelah aktivitas hari ini, namun matanya masih berbinar ketika menatap Mark yang duduk di sampingnya. Tanpa berkata banyak, Mark meraih Giana dan memeluknya dari belakang. Tubuhnya hangat, lengan yang mengelilingi Giana memberikan rasa aman yang membuat gadis itu langsung merasa nyaman. Giana menundukkan kepala ke arah Mark, menepuk perlahan lengannya, membiarkan diri tenggelam dalam kehangatan yang diberikan kekasihnya. Mark mengusapkan tangannya lembut ke rambut Giana, mengurut kepala dan bahunya perlahan. Setia

