Bab 102

2581 Words

Giana terbaring di ranjang, tubuhnya terasa lelah setelah berjam-jam berdiskusi dengan Wedding Organizer mengenai bunga dan dekorasi. Keningnya berkerut sedikit, matanya setengah terpejam, napasnya berat. Mark masuk ke kamar, membawa handuk hangat dan botol air mineral. Matanya menatap Giana dengan penuh perhatian. “Gi… kau kelihatan kelelahan. Badanmu sakit-sakit lagi?” tanyanya lembut sambil meletakkan botol air di meja samping ranjang. Giana menggeleng pelan, meski napasnya terdengar berat. “Aku… tidak apa-apa, Mark. Hanya lelah saja. Tapi kaki ini… rasanya sakit semua. Aku tidak sanggup berjalan untuk bertemu katering sekarang,” ucap Giana pelan, menahan desahan kesakitan. Mark menunduk, mengambil posisi di sisi ranjang, lalu meraih kaki Giana dengan hati-hati. “Gi… jangan paksakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD